Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Aplikasi Design Alternatif yang Gratis Selain Figma

Figma merupakan salah satu aplikasi yang populer untuk merancang UI design. Kita dapat menggunakannya secara gratis atau memilih paket berlangganan premium untuk mendapatkan fitur-fitur yang lebih advanced.

Figma termasuk platform yang disenangi dan diandalkan oleh banyak UI designer profesional. Namun, pada tahun 2021, Figma mengubah paket gratisnya dengan memberlakukan batasan tertentu. Meskipun begitu, hingga kini Figma masih dipakai oleh banyak orang.

Sayangnya, pada tahun 2022, pengumuman Adobe mengakuisisi Figma senilai $20 miliar membuat banyak pengguna terkejut. Sebagian orang sudah mulai mencari alternatif yang gratis dan berpotensi open source.

Jika Anda termasuk orang yang mencari alternatif aplikasi desain yang gratis selain Figma, Anda sudah berada di artikel yang tepat.

Untuk membantu Anda, trivusi.web.id telah menyusun daftar alternatif aplikasi opensource dan gratis selain Figma yang dapat Anda coba.

5 Aplikasi Design Alternatif yang Gratis Selain Figma

Sebagai disclaimer, alternatif yang disebutkan di sini belum tentu merupakan pengganti yang tepat untuk Figma. Dalam artian, mungkin tidak semua fitur pada Figma tersedia pada aplikasi yang disebutkan.

Saya sarankan Anda mencobanya untuk melihat apakah sudah sesuai dengan kebutuhan Anda atau tidak.

Daftar Isi

Aplikasi Design Alternatif yang Gratis Selain Figma

1. Penpot

Penpot, Aplikasi Design Alternatif yang Gratis Selain Figma
Sumber: itfoss.com

Penpot dengan cepat dikenal sebagai alternatif Figma yang gratis dan open-source.

Meskipun masih dalam versi beta, banyak pengguna yang menyukai apa yang ditawarkan oleh aplikasi ini. Pengalaman pengguna menggunakan penpot cukup mengesankan.

Hal unik yang dimiliki penpot adalah aplikasi ini menggunakan SVG sebagai format aslinya, yang memberikan manfaat besar bagi para desainer.

Keunggulan:

  • Opsi hosting sendiri.
  • Menggunakan SVG sebagai format asli.
  • Berbasis web.
  • Cross platform.

2. Quant UX

Quant UX, Aplikasi Design Alternatif yang Gratis Selain Figma
Sumber: quant-ux.com

Quant UX adalah tools prototyping tempat kita menguji desain dan mendapatkan insight dari desain yang kita buat.

Kita dapat membuat prototipe khusus atau memilih ukuran layar yang tersedia untuk ponsel Android, iPhone, atau desktop.

Meskipun aplikasi web ini sangat berfokus pada membuat proses handoff kepada developer sesederhana dan senyaman mungkin, aplikasi ini juga dilengkapi dengan antarmuka desain yang kuat.

Salah satu fitur unik dari aplikasi ini adalah kemampuan untuk memisahkan logika desain dan logika bisnis. Hal ini dapat dilakukan melalui penggunaan komponen QUX, yang membuat kode dengan cepat.

Semua kode terkait UI seperti Animasi, CSS, HTML, dll. dihasilkan di lapisan back-end, membiarkan developer fokus pada logika bisnis saja.

Aplikasi ini pada dasarnya dirancang untuk memecahkan konflik antara proses desain dan proses development di mana setiap perubahan dalam kode yang dibuat secara otomatis biasanya dihapus ketika pembuatan kode dijalankan untuk kedua kalinya.

Bagian istimewa dari aplikasi perangkat lunak ini adalah sepenuhnya gratis untuk digunakan, menjadikannya alternatif Figma yang gratis.

Keunggulan:

  • Prototyping dan testing.
  • Akses terbatas tanpa harus mendaftar.
  • Fitur beta baru ditambahkan secara teratur.
  • Opsi hosting sendiri.

3. Plasmic

Plasmic, Aplikasi Design Alternatif yang Gratis Selain Figma
Sumber: plasmic.app

Plasmic adalah tools desain yang luar biasa untuk membangun halaman web. Jika Anda menggunakan Figma untuk desain web, ini bisa menjadi tools alternatif untuk dicoba.

Plasmic menyediakan sebagian besar fitur secara gratis dan menawarkan version history yang lebih panjang, analitik, dan fitur khusus lainnya untuk tim ketika memilih paket premium.

Plasmic tidak hanya terbatas untuk desain halaman web saja tetapi juga mendukung A/B testing untuk bereksperimen dan meningkatkan interaksi pengguna situs web kita.

Baik menggunakan CMS open-source atau situs Jamstack, Plasmic mendukung integrasi hampir semua teknologi web.

Keunggulan:

  • Gratis dan open source.
  • Punya fitur drag and drop.
  • Mendukung import desain dari Figma.

4. Wireflow

WireFlow, Aplikasi Design Alternatif yang Gratis Selain Figma
Sumber: wireflow.co

Wireflow merupakan aplikasi desain yang menggabungkan desain tata letak halaman bergaya wireframe dengan cara seperti diagram alur (flowchart) yang disederhanakan untuk merepresentasikan interaksi.

Wireflow adalah aplikasi desain yang sepenuhnya gratis untuk digunakan tanpa opsi berbayar.

Wireflow muncul sebagai praktik umum di antara tim yang merancang aplikasi seluler, di mana setiap langkah dalam diagram alur diwakili oleh gambar rangka (wireframe) untuk desain layar seluler penuh.

Karena ukuran layar ponsel yang relatif kecil, desain halaman yang sebenarnya (yaitu, gambar rangka) dapat dengan mudah menggantikan simbol abstrak dalam diagram alur.

Namun, wireflow tidak hanya terbatas untuk mendokumentasikan aplikasi seluler dan situs web, tetapi juga dapat digunakan untuk desktop. Biasanya menampilkan sebagian layar atau halaman web yang berubah berdasarkan interaksi pengguna.

Keunggulan:

  • Gratis untuk digunakan.
  • Tidak ada opsi berbayar.
  • Aktif dimaintain oleh pengembang

5. Akira UX

Akira UX, Aplikasi Design Alternatif yang Gratis Selain Figma
Sumber: github.com/akiraux

Akira UX merupakan proyek menarik yang bertujuan untuk menghadirkan utilitas desain untuk Linux secara native serta beberapa solusi berbasis web.

Akira adalah aplikasi desain linux asli yang dibangun di atas Vala dan GTK. Akira berfokus untuk menawarkan pendekatan modern dan cepat untuk Desain UI dan UX, terutama menargetkan desainer web dan desainer grafis.

Tujuan utamanya adalah untuk menawarkan solusi yang valid dan profesional bagi para desainer yang ingin menggunakan Linux sebagai OS utama mereka.

Saat ini Akira UX masih dalam tahap pengembangan awal. Namun, sebagai proyek sumber terbuka atau opensource dan gratis, siapa pun dapat mengambilnya dan bekerja dengan visi yang sama.

Keunggulan:

  • Aplikasi dalam tahap pengembangan awal.
  • Berfokus untuk menjadi aplikasi UX pada sistem operasi Linux secara native.

Penutup

Demikianlah artikel mengenai 5 aplikasi desain alternatif yang gratis selain Figma. Semoga informasi yang disajikan dapat bermanfaat.

Salam!

Referensi:

Trivusi
Trivusi Ikatlah ilmu dengan menulis. Menebar manfaat dengan berbagi :)

Posting Komentar untuk "5 Aplikasi Design Alternatif yang Gratis Selain Figma"