Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apakah AI Mengancam Pekerjaan Manusia di Masa Depan?

AI atau kecerdasan buatan merupakan salah satu topik hangat yang ada pada abad 21. Dengan peningkatan besar-besaran di bidang ilmu komputer dan robotika dalam dekade terakhir, sistem dan mesin cerdas telah menyelinap ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Dan dengan penemuan sistem otomatis dan mobil self-driving, AI mulai berdampak pada industri juga.

Menurut laporan forum ekonomi dunia, pada tahun 2025, hampir 85 juta pekerjaan akan digantikan oleh mesin cerdas.

Sebagian besar industri perangkat lunak mencoba memanfaatkan pendekatan ilmu data untuk mengotomatisasi pekerjaan sehari-hari. Ada banyak tools yang dapat digunakan mengotomatiskan tugas-tugas monoton dengan cara menjadwalkannya secara berurutan.

Jadi, apakah dengan ini eksistensi manusia di dunia kerja tidak lagi dibutuhkan? Apakah AI merupakan ancaman bagi jutaan pekerja? Mari kita eksplorasi secara lebih mendalam dan rinci.

Daftar Isi

Apa itu Kecerdasan Buatan (AI)?

Kecerdasan buatan (AI) adalah cabang dalam ilmu komputer yang berkaitan dengan membangun mesin pintar yang mampu melakukan tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia.

Mungkinkah AI Menggantikan Pekerjaan Manusia di Masa Depan?
Ilustrasi AI. Sumber: pixabay.com

Kecerdasan buatan memanfaatkan komputer dan mesin untuk meniru kemampuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan dari pikiran manusia.

Adapun contoh penerapan AI yang saat ini sudah dapat kita nikmati diantaranya:

  • Siri, Alexa and asisten pintar lainnya
  • Mobil self-driving
  • Robo-advisors
  • Chat bot
  • Pemilah email spam
  • Rekomendasi video Netflix, YouTube, dsb

Pekerjaan apa saja yang bisa digantikan oleh AI?

Kecerdasan buatan atau AI dapat menggantikan pekerjaan manusia yang mana di dalamnya sedikit atau bahkan tidak ada proses berpikir kreatif.

Komputer atau mesin memiliki keunggulan dalam bidang pekerjaan tersebut karena tidak rawan melakukan kesalahan dibanding manusia. Komputer dapat bekerja tanpa lelah dan tanpa henti selama berjam-jam bahkan berhari-hari. Juga dapat melakukan tugas berisiko dengan mudah. Mesin dapat melakukan tugas berulang lebih cepat daripada manusia dengan biaya lebih rendah. Sektor-sektor tersebut adalah seperti supir, pekerja manufaktur, petugas operator, kasir, dll.

Banyak perusahaan sudah menggunakan robot di gudang dan jalur perakitan mereka. Dan dengan meningkatnya teknologi mobil self-driving, truk tanpa pengemudi dari perusahaan seperti Embark, Daimler, Tesla telah menggantikan pengemudi manusia di seluruh dunia.

Bahkan dalam beberapa tugas presisi tinggi seperti robot bedah membuktikan diri mereka lebih baik daripada manusia.

Jadi dalam 10 tahun ke depan, tidak mengherankan jika AI dan robotlah yang akan melakukan sebagian besar pekerjaan berulang di kantor Anda saat ini.

Mungkinkah AI menggantikan semua pekerjaan manusia saat ini di masa depan?

Jawaban sederhananya adalah TIDAK. Teknologi-teknologi ini hampir tidak menjadi ancaman bagi pekerjaan manusia. Meskipun pekerjaan berulang dapat digantikan oleh AI, satu hal yang tidak dapat dilakukan mesin adalah pemikiran kreatif. 

Jadi, pekerjaan apa pun yang membutuhkan kemampuan berpikir dan memecahkan masalah seperti inovasi ilmiah, pengajaran, kedokteran, seni, tidak akan pernah bisa digantikan oleh kecerdasan buatan. Ini karena robot tidak pernah bisa menjalin hubungan emosional dengan manusia lain.

Selain itu, saat ini hampir tidak mungkin membuat komputer super yang mampu melakukan pengambilan keputusan yang terlalu rumit dan strategis.

Dan meskipun AI meningkat dari hari ke hari, namun butuh beberapa dekade mendatang untuk AI bisa menggantikan pekerja manusia secara meluas.

Penutup

Setiap teknologi yang pernah ditemukan selalu memiliki kelemahan, tak terkecuali untuk teknologi kecerdasan buatan (AI). Jadi, daripada takut kehilangan pekerjaan dalam waktu dekat karena AI, kita harus memikirkan cara untuk meningkatkan produktivitas kita dengan bantuan AI.

Fokus kita harusnya membuat sistem lebih efisien dan produktif dengan interaksi yang bermanfaat antara pekerja manusia dan teknologi AI. Kolaborasi tenaga kerja manusia dan AI pasti dapat mengubah dunia lebih baik dari sebelumnya.

Salam!

Trivusi
Trivusi Ikatlah ilmu dengan menulis. Menebar manfaat dengan berbagi :)

Posting Komentar untuk "Apakah AI Mengancam Pekerjaan Manusia di Masa Depan?"